3 Cara Backup Data Android Sebelum Ganti Perangkat Baru

33

Cara Backup Data Android Sebelum Ganti Perangkat Baru – Semakin hari vendor perangkat Android terus berlomba menghadirkan smartphone dengan berbagai fitur canggih dan teknologi terbaru. Bagi Anda yang ingin berganti perangkat, tentunya cukup merepotkan jika Anda harus download ulang semua aplikasi serta data login di tiap aplikasi.

Nah, untuk mengakali hal itu, Anda bisa mem-backup data pada perangkat Anda. Selain dapat mencegah kemungkinan data pribadi yang tersebar ketika anda kehilangan smartphone, mencadangkan data bisa memangkas waktu melakukan instalasi saat Anda menggunakan perangkat Android baru.

Bagi Anda yang ingin mengetahui cara backup data Android, simak beberapa langkah mudah di bawah ini.

Cara Backup Data Android

1. Mem-backup setelan Android

Anda bisa menyimpan setelan pada smartphone Android Anda ke akun Google Drive yang sebelumnya harus Anda atur di dalam pengaturan ponsel.

Untuk memastikan fitur ini tersedia saat Anda sign-in di perangkat Android baru, Anda perlu mengeceknya di SettingsBackup & restoreBack up my data > kemudian ketuk untuk mengaktifkan.

Backup data di android

Data-data yang di-backup dari fitur ini diantaranya adalah: Data aplikasi, riwayat panggilan, setelan perangkat, penanda kalender Google, kontak Google, foto dan video yang di-upload dari Google Photos, dan lainnya.

2. Mencadangkan semua data aplikasi

Setelah selesai melakukan langkah pertama diatas, Anda juga dapat mencadangkan berkas aplikasi berikut dengan datanya. Ada 2 cara untuk melakukan hal tersebut, yakni menggunakan aplikasi dan melalui ADB command.

Untuk cara pertama menggunakan aplikasi merupakan cara termudah, namun sebelumnya perangkat Android Anda harus dalam kondisi root. Selanjutnya Anda gunakan aplikasi Titanium Backup yang cukup populer untuk mem-backup aplikasi dan data di Play Store.

Cara backup data dengan titanium backup

Setelah selesai menginstalnya, buka aplikasi Titanium Backup. Selanjutnya ketuk tab ke-2 “Backup/Restore”, kemudian Anda bisa memilih aplikasi mana saja yang ingin di backup.

Anda juga bisa menggunakan fitur ‘Batch actions’. Fitur ini memungkinkan pengguna melakukan backup/restore dalam satu langkah yang praktis. Anda bisa mengetuk ikon yang terdapat di pojok kanan atas, atau melalui Menu > Batch actions.

Setelah fitur Batch actions terbuka, lakukan opsi Backup all user apps untuk mulai mem-backup. Jika proses backup ini sudah selesai dan berhasil dijalankan, selanjutnya Anda dapat memindahkan file backuptersebut ke microSD di perangkat baru untuk kemudian me-restorenya juga dengan menggunakan aplikasi yang sama.

3. Menggunakan ADB command

Cara yang terakhir ini sesuai bagi Anda yang sudah cukup berpengalaman dalam hal mengoprek smartphone Android. Hal ini dikarenakan proses yang dilakukan cukup teknis.

Selain itu, cara ini bisa menjadi alternatif untuk mencadangkan data secara rutin, bukan untuk dipindahkan ke smartphone baru.

Untuk melakukannya, Anda membutuhkan ADB driver yang dapat diunduh di laman ini.

Selesai di download, ektrak file dalam arsipnya. Selanjutnya buka folder yang berisi ADB Driver tadi di Windows explorer, kemudian klik kanan di daerah kosong sambil menekan SHIFT, lalu pilih ‘Open command window here’.

Nantinya akan tampil jendela Command Prompt, ketikkan perintah berikut kemudian tekan enter:

Perintah diatas untuk mengetes apakah smartphone Android Anda sudah terbaca dengan baik oleh ADB driver atau tidak.

Setelah itu, Anda bisa melakukan backup dengan mengetikkan perintah :

Direktori ‘D:\cadangan.ab’ bisa Anda ubah sesuai dengan kebutuhan.

Nah, itulah tadi beberapa 3 cara backup data Android yang bisa Anda lakukan sebelum Anda mengganti perangkat baru.

Baca Lainnya
Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.